Toraja.News, Seram Bagian Timur –Setelah empat tahun terbelah dalam dualisme kepengurusan, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, akhirnya mendeklarasikan persatuan. Dukungan penuh diberikan kepada kepemimpinan DPP GMNI di bawah Bung Sujahri Somar sebagai Ketua Umum dan Bung Amir Mafut sebagai Sekretaris Jenderal, pada Senin (22/9/2025).
Deklarasi ini disampaikan oleh Ketua GMNI SBT versi Arjuna dan Dendy, Bung Sofyan Keliobas, bersama Ketua GMNI SBT versi Sujahri dan Amir, Bung Zulkifli Hasan Liliyai. Mereka tampil bersatu, didampingi pengurus cabang, anggota, dan kader, sebagai penanda berakhirnya perpecahan struktural di tubuh GMNI SBT.
Menurut Sofyan Keliobas, keputusan ini lahir dari hasil dialog yang telah dilakukan dengan DPP GMNI.
“Bung Arjuna dan Bung Dendy telah bertemu Bung Sujahri untuk membicarakan jalan persatuan GMNI. Dari situ kami sepakat, pengurus cabang maupun komisariat, untuk menyatukan langkah,” jelasnya.
Ia menegaskan, sikap ini bukan karena paksaan, melainkan lahir dari kesadaran bersama. “Tidak ada yang memaksa. Ini murni keputusan kolektif demi kepentingan organisasi,” tambahnya.
Senada, Ketua Cabang GMNI SBT Bung Zulkifli Hasan Liliyai menyambut baik sikap rekonsiliasi tersebut. Ia menyebut langkah itu sebagai bukti komitmen menjaga independensi GMNI.
“Saya mengapresiasi teman-teman. Ini menunjukkan kita lebih mementingkan persatuan organisasi daripada mempertahankan ego struktural,” ujarnya.
Zulkifli menegaskan, dengan adanya pernyataan sikap ini, GMNI SBT kembali menjadi satu kesatuan yang sah di bawah kepemimpinannya.
“Secara kelembagaan dan konstitusional, GMNI SBT kini sudah bersatu,” tegasnya.
Adapun poin-poin pernyataan sikap yang disepakati adalah:
1. Menegaskan kembali GMNI sebagai organisasi kader berideologi Marhaenisme, menjunjung nasionalisme, dan menjaga keutuhan organisasi.
2. Mengakhiri segala bentuk perpecahan dengan semangat rekonsiliasi dan musyawarah demi satu GMNI yang kokoh dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
3. Menyatukan seluruh kader berdasarkan keputusan Kongres GMNI XXII di Bandung, Jawa Barat.
4. Menyatakan GMNI SBT bergabung bersama kepemimpinan Bung Sujahri Somar (Ketua Umum) dan Bung Amir Mafut (Sekjen) DPP GMNI.
5. Menjalankan deklarasi ini sebagai komitmen menjaga keutuhan dan persatuan GMNI.
Deklarasi ini menandai berakhirnya konflik internal yang sempat memecah GMNI SBT, sekaligus menjadi momentum baru untuk mengembalikan marwah perjuangan organisasi mahasiswa marhaenis di Bumi Ita Wotu Nusa. (Red/*)







https://shorturl.fm/BIQjx
https://shorturl.fm/YywXK
https://shorturl.fm/XqARh