Toraja.News, Makale Selatan –Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tana Toraja, Samuel Pali’ Tandirerung, SH., MH, meluapkan kekesalannya terhadap maraknya aktivitas penambangan pasir di wilayah Kecamatan Makale Selatan. Ia menilai, kegiatan tersebut berpotensi besar merusak infrastruktur jalan yang baru berapa bulan diperbaiki.
Menurut Samuel, sejumlah ruas jalan di Makale Selatan yang juga menjadi jalur penghubung menuju Kecamatan Rano kini dalam kondisi rawan rusak akibat lalu lalang kendaraan berat pengangkut material pasir. Padahal, jalan tersebut baru saja mendapat perbaikan melalui bantuan CSR dari PT Malea Hydro Power.
“Kami sangat menyayangkan aktivitas penambangan yang tidak memperhatikan dampaknya terhadap fasilitas umum. Jalan ini dibangun dengan bantuan CSR PT Malea Hydro Power, tetapi bisa rusak hanya karena aktivitas tambang yang tidak terkendali,” tegas Samuel.
Ia menambahkan, jika tidak segera ditertibkan, kerusakan jalan akan semakin parah dan berisiko membahayakan pengguna lalu lintas.
Samuel mengungkapkan, dirinya telah menghubungi langsung Bupati Tana Toraja, Lurah Sandabilik, serta Dinas Lingkungan Hidup untuk menindaklanjuti persoalan ini. Ia meminta agar pihak terkait segera turun ke lapangan guna menghentikan aktivitas tambang yang tidak sesuai aturan dan berpotensi menimbulkan bencana.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Bupati, Lurah Sandabilik, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk melihat langsung aktivitas penambangan yang melanggar SOP. Ini harus segera ditertibkan,” ujarnya.
Ketua Komisi II ini menegaskan, DPRD akan terus mengawal persoalan tersebut demi melindungi kepentingan masyarakat. Ia menuntut agar para penambang ikut bertanggung jawab menjaga infrastruktur yang ada.
“Penambang harus bertanggung jawab. Jangan hanya mengambil keuntungan, sementara masyarakat luas yang menanggung kerugian,” tutup Samuel.






