Toraja.news, Makale–Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menjadikan kebudayaan bukan sekadar simbol warisan, tetapi sebagai kekuatan baru penggerak ekonomi daerah. Melalui Dinas Pariwisata, pemerintah daerah resmi meluncurkan “Pesona Tenun dan Pekan Budaya Tana Toraja 2025”, sebuah agenda besar yang diproyeksikan menjadi lokomotif ekonomi kreatif masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata.
Kegiatan yang dibuka Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, di Kompleks Pasar Seni Makale pada Jumat, 19 Desember 2025 itu, dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pelaku budaya, pengrajin lokal, komunitas kreatif, dan generasi muda.
Festival yang digelar pada 3–21 Desember 2025 ini menghadirkan rangkaian aktivitas yang menggambarkan dinamika budaya modern tanpa meninggalkan akar tradisi. Mulai dari atraksi budaya, lomba tenun, konser musik, malam budaya, parade karya busana, hingga ajang penghargaan kebudayaan daerah. Sebanyak 114 penenun terbaik Toraja akan unjuk kemampuan, bukan hanya dari sisi kecepatan dan ketelitian, tetapi juga inovasi desain.
Ketua Panitia Pesona Tenun, Erni Yetti Riman, menekankan bahwa kegiatan ini disusun sebagai gerakan strategis, bukan seremoni budaya semata. “Festival ini menjadi ruang edukasi sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat. Kami ingin memastikan tenun Toraja tetap lestari, namun pada saat yang sama mampu menghadirkan nilai ekonomi yang nyata,” ujarnya.
Bupati Zadrak Tombeg menambahkan, kain tenun Toraja tidak hanya menjadi karya seni, melainkan cerminan filosofi hidup, ketekunan, serta identitas masyarakat Toraja. Karena itu, pemerintah daerah menggabungkan pendekatan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi kreatif agar lahir generasi muda yang inovatif dan bangga pada warisan budayanya.
Pada momentum ini, pemerintah daerah juga memperkenalkan sejumlah motif tenun yang telah resmi memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM RI, antara lain:
-
Tenun Simbuang Pa’tindok
-
Tenun Toraja Paruk’i Pa’ Kandoure
-
Tenun Toraja Passekong Kandoure Diguntu’ Batik
-
Tenun Toraja Passekong Siluang
Dengan legalitas tersebut, tenun Toraja semakin memiliki perlindungan nilai ekonomi sekaligus posisi yang lebih kuat di pasar nasional maupun internasional.
Melalui penguatan festival budaya ini, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja berharap tenun tidak lagi dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi menjadi sumber energi ekonomi masa depan yang memberikan peluang usaha, lapangan kerja, serta meningkatkan daya tarik wisata domestik dan mancanegara.
Pembukaan festival turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, perwakilan legislatif, serta para pelaku ekonomi kreatif yang menunjukkan dukungan terhadap kebangkitan budaya sebagai kekuatan ekonomi baru di Tana Toraja.






