Toraja.News, Makale Utara –Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara semakin memantapkan komitmen untuk terlibat aktif dalam pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya. Komitmen tersebut kini tidak lagi berhenti pada tataran wacana, melainkan telah diwujudkan melalui langkah-langkah konkret dan terukur.
Keseriusan itu ditunjukkan melalui pembentukan panitia bersama, intensitas komunikasi lintas wilayah, serta kesiapan Toraja untuk berproses bersama empat kabupaten di wilayah Luwu Raya. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan yang digelar di Depot99, Makale Utara, Senin (2/2/2026).
Ketua Panitia, Pdt. Musa Salusu, menjelaskan bahwa keterlibatan Tana Toraja dan Toraja Utara telah memasuki tahap konsolidasi internal serta penyamaan persepsi antar pihak yang terlibat dalam rencana pembentukan provinsi baru tersebut.
Menurutnya, Toraja dan Luwu memiliki keterikatan sejarah, budaya, dan wilayah yang kuat dan tidak terpisahkan. Oleh karena itu, partisipasi Toraja dalam pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya merupakan wujud komitmen nyata, bukan sekadar dukungan formal di atas kertas.
Pdt. Musa juga mengungkapkan bahwa sejak awal sejumlah tokoh Toraja telah menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya. Di antaranya Matius Salempang, Frederik Kalalembang, dan Tarsis Kodrat, serta berbagai tokoh masyarakat lainnya.
Sebagai tindak lanjut, Panitia DOB Luwu Raya dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan bersama Panitia Toraja. Pertemuan tersebut dinilai sebagai tahapan strategis untuk merumuskan arah, mekanisme, dan format pembentukan provinsi baru secara lebih matang dan terstruktur.
“Pertemuan kedua panitia akan difokuskan pada pembahasan langkah-langkah strategis dalam proses pemekaran provinsi,” jelasnya.
Sementara itu, Victor Datuan Batara (VDB) menilai keseriusan Toraja juga tercermin dari keterlibatan aktif para tokohnya dalam setiap agenda pembahasan. Ia mencontohkan, Matius Salempang tetap memberikan masukan dalam rapat meskipun hanya melalui sambungan telepon.
Menurut Victor, hal tersebut menunjukkan bahwa komitmen Toraja bersifat substantif, disertai keterlibatan langsung, perhatian, serta kontribusi pemikiran yang berkelanjutan dalam proses pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya.
Ia menambahkan, pembentukan panitia di Tana Toraja menjadi bukti kesiapan Toraja untuk bergabung dan berjalan bersama empat kabupaten di Luwu Raya guna mewujudkan provinsi baru yang diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Panitia di Tana Toraja dan Toraja Utara, lanjut Victor, akan segera difinalisasi sebelum dilanjutkan dengan pertemuan resmi bersama Panitia DOB Luwu Raya.
“Toraja siap menyatukan visi dan melangkah bersama Luwu Raya dalam pembentukan Daerah Otonomi Baru Provinsi Luwu Raya,” pungkasnya.






